May 27, 2012

PIKIRANKU

Yang paling kusuka dalam diriku adalah pikiranku.  Yang tak pernah terbatas, dan tak mau dibatasi.  Dan hanya aku sendiri yang paling mengerti apa yang tersimpan di dalamnya.  Meski aku harus terkurung dalam box selama berjam-jam, namun tak begitu dengannya, pikiranku bisa berlari, melayang menembus batas ruang dan waktu yang ada.  Menjumpai dunia yang belum pernah kutemui, menemukan sesuatu yang sejauh ini ku pandang sebagai mimpi.
Dan walaupun ragaku terlelap dalam kelelahan, namun tidak dengannya.  Dia tetap menari, berputar, merangkai segelintir mimpi.  Hatiku bisa berhenti mencintai, dan ragaku yang lelah samban hari, namun tidak untuk pikiranku, dia abadi.
Satu-satunya yang kumiliki tanpa batas. Dan hanya aku yang memiliki, tidak dengan kekangan kehendak orang tua, tidak pula dengan bujuk rayuan teman, benar-benar tak tersentuh, tak terjamah dan tak terbatas. Pikiranku tak butuh materi, dia hanya butuh untuk hidup dan segalanya akan hidup melaluinya.
Dia tak sempurna, terkadang kotor, picik, dan kumpulannya.  Tapi nurani akan mengingatkannya.  Dia tak ada hentinya mempercayai, segala mimpi-mimpi yang pernah ia ciptakan, dan dia tetap hidup untuk mimpi - mimpi tersebut, hingga berhenti dan menjadi nyata.
Dan taukah apa yang membuatku tetap bersemangat menjalani hari-hari, dialah pikiranku.  Dan yang mengingatkanku untuk bangkit dan terus maju, dialah pikiranku. Yang mengingatkanku untuk tetap percaya dan berkata "kamu bisa", dialah pikiranku.  Begitu banyak detik yang dia lalui bersamaku, maka sebanyak dan selama itu pula aku hidup. Dia tumbuh bersamaku, saling mengisi, saling menasehati.  Bahkan sudah menjadi kawan akrab.  Meski terkadang aku merasa benci, saat dia tak terkendali, tapi betapa aku menyadari, intensitas aku yang gila dan tak terarah lebihlah parah. Bahkan dia harus menuruti kegilaanku dan kupaksa untuk pasrah.
Setidaknya dia tak pernah meninggalkan ataupun ditinggalkan, segala kekecewaan satu sama lain biarlah menjadi hikmah untuk gambaran masa depan yang lebih bijak.  Dan saat ini biarkan kami saling mengisi, memberi, menasehati dan menjaga. Untuk satu tujuan kejayaan "AKU"

No comments:

Post a Comment

Review Novel To Kill A Mocking Bird

Doc. irerosana Perlu waktu yang tidak sebentar bagi Amerika untuk mendewasakan diri, menerima bahwa warna kulit bukanlah sesuatu ya...