21 Januari 2013

Balasan Surat dari Tahun 2013



Dear Masa kecilku di tahun 1999,

Aku telah selesai membaca suratmu kemarin. Kabarku baik, Ibu Bapak baik juga.  Sekarang 2013 masih Januari dan sebentar lagi usiaku menginjak 26.  Aku masih single dan belum tau rupa pangeran yang kau sebut – sebut itu. Nantilah kalau sudah positif menikah kau pasti juga tahu.
Sedikit kecewa dengan suratmu yang kau bahas hanya masalah dirimu, aku lebih berharap setidaknya kau menyinggung soal pergulingan pemerintahan Soeharto 1 tahun sebelumnya (1998) 
 sumber :rri.co.id
atau kerusuhan Sambas atau lepasnya Timor timur dari Indonesia.  Gara-gara kau tak perhatian akan berita-berita itu, aku tertinggal berita dan baru ngeh dengan isu tersebut sekitar 4 –5  tahun setelahnya, itu sudah sangat terlambat.  Biar kecewa namun aku maklum karna kau masih duduk di bangku SD.

Soal nilai tenanglah, kau lulus dengan nilai memuaskan dan masuk SMP impianmu tapi peringkatmu dikelas harus turun menjadi 4.  Harusnya kau turuti kata-kata Bapak Ibu untuk masuk SMP 4  yang lebih dekat dengan rumah, dan mungkin disana kamu lebih bisa maksimal.  Hidup di sekolah favorite bagi kemampuanmu yang pas-pasan bak menghabiskan waktu untuk bertahan hidup belaka, kau belajar keras bukan untuk menjadi yang terbaik di kelas tapi untuk bertahan agar tidak berada pada peringkat terakhir dan berhasil naik kelas.  Di SMP 4 kamu akan jauh lebih dihargai, akan bisa memaksimalkan potensi karna disana kamu dianggap lumayan. Disana juga kamu bisa menjadi Dewan Penggalang dengan lebih mudah, tak seperti SMP 1 yang harus bersaing secara ketat dan kau tahu akhirnya kau gagal. 

Berhentilah makan telur setiap pagi, mungkin itu yang kau punya tapi kau bisa menanam sayuran ala kadarnya dibelakang rumah / di emperan lalu buat sambal itu lebih baik.  Gara-gara telur setiap hari selama tahunan itu sekarang aku jadi anti telur, setiap ada telur dadar aku lewati, rasanya bosan&menjijikan!

Berhentilah menyukai Mr “A” yang kau katakan bersekolah di sekolah islam itu. Memang aku masih sering berpapasan dengannya tapi, rasa yang kau sebut itu sudah mati, mengingatnya saja aku tak pernah. Jangan habiskan waktumu untuk memikirkan pria, karna setelah kau tahu keadaanku sekarang yang masih single itu sia-sia. Kau menyianyiakan umur dan waktumu, percayalah, lakukan hal lain yang lebih bermanfaat!. Hmm dan seperti yang kau bilang kau memang terlalu banyak berususan dengan cinta, katakanlah mantanku ada berapa aku bahkan lupa, tapi satu hal yang pasti aku tak menyesal kehilangan mereka semua!

Membaca suratmu mengingatkan aku tentang siapa aku dulu, tapi kau harus tahu sekarang zaman sudah berubah, begitu pula aku.  Aku lebih egois tak sepertimu, kurang perhatian dengan teman dan aku tak lagi suka membuat puisi.  Puisi itu untuk masa SMA, untuk membuatnya dibutuhkan hati yang tulus dan cinta, aku tak memiliki keduanya makanya aku tak lagi bisa membuatnya.  Mungkin kau membuka kedua mulutmu dan terheran-heran tapi begitulah, memang sekarang tak seperti dulu yang dalam 1 hari aku bisa berpuisi sebanyak 5-6 kali. Sekarang untuk 1 puisipun tak bisa selesaikan.

Jangan kau kira aku lupa terhadap buku, kalau kau lihat kamarku sekarang penuh dengan buku. Bila dahulu aku harus bolak-balik ke perpustakaan untuk mendapatkannya, sekarang jaman sudah canggih, uang ada, tinggal pesan online di internet, 3 hari buku dari Jakarta datang kerumah.

Benar seperti yang kau bilang, sekarang semakin modern. Surat tidak diperlukan, ada Handphone untuk telepon dan menulis pesan, dan lagi HP sekarang sudah difasilitasi internet yang murah meriah dan juga mudah.  Tak perlu janjian seperti dulu, apa-apa tinggal telephone dan sms.  Sekarang temanku juga banyak, tidak terbatas pada 1 tempat ataupun 1 negara.  Aku punya banyak teman lintas negara seperti yang kau inginkan, ini karena sosial networking yang semakin menjamur.  Dengan komputer dan internet kelak kau bisa membuka facebook, twitter, funbox, my space, flickr, yahookoprol,dll.  Itu adalah suatu wadah dimana kita bisa berkomunikasi, mengekspresikan perasaan dan membentuk community tertentu.  Jadi dijaman ini semua orang tengah ramai menggunakan account-account tersebut, entah muda,tua,kaya, miskin semua orang mendapat kemudahan untuk akes dan menggunakannya.  Saking akrabnya, anak kecil sekarang lebih sering bermain HP dan facebook ketimbang bermain layangan dan bentik seperti yang kau ceritakan disuratmu.

Mudahnya, sekarang semua hal dilakukan online (maaf bila banyak menggunakan istilah online. Ini adalah jaringan internet dengan menggunakan komputer, percuma aku jelaskan detailnya kau pasti tak paham). Kau tahu kau bisa membeli barang, berkomunikasi, membayar listrik bahkan yang baru-baru ini terjadi kau bisa menalak /menceraikan orang melalui pesan sms dari Handphone(yang terakhir aku tidak menganjurkanmu)
Mengenai alat yang kau sebut-sebut abadi itu, hmm mungkin yang kau maksud adalah Blog atau website.  Sebenarnya kurang tepat bila dikatakan abadi, tp memang sejauh ini cukup aman untuk kategori penyimpanan artikel.  Aku berandai-andai bila dulu dijamanmu blog itu sudah menjamur seperti sekarang, mungkin kau akan rajin mengisinya dan aku sekarang bisa membaca cerita-cerita masa lalu darimu. Melalui alat itu pula aku berharap masa depanku kelak bisa menelusuri silsilah dan karakteristiku.

Ada lagi, HP sekarang semakin canggih karena difasilitasi kamera, pastilah setiap momen & keseharianmu bersama teman-teman bisa diabadikan menjadi gambar. Sekarang aku kekurangan referensi mengenai massa laluku selain beberapa foto cetak usang yang masih kusimpan. Mengenai foto sekarang, semua orang suka foto, suka difoto dan suka memfoto ini akibat dari fasilitas HP yang semakin canggih dan harga yang murah dan mudah.  Bila zamanmu dulu saat wisata ke Jakarta kau harus membeli film dan menyewa kamera, sekarang kau tinggal membawa HP dan charger pengisi baterainya.  Aku ingat dulu 1 roll film bisa untuk kurang lebih 34-36 foto, kita juga tidak bisa melihat hasilnya sebelum dicetak, dan alangkah menyesalnya bila setelah dicetak foto-foto tersebut terbakar. Lebih menyedihkan lagi kalau sudah berpose susah-susah ternyata setelah dicetak makaku merem (haduh). Begitu susahnya dulu dan betapa mudahnya sekarang, mau foto 10 bahkan 100 atau 1000 kalipun ok, bisa lihat langsung hasil dan bila kurang bagus bisa dihapus. 
Aku tau pasti kau iri mendengar ceritaku, pasti banyak kejadian yang ingin kau abadikan, seperti mandi ceburan di Kaligarang bersama teman-teman kala hari minggu atau saat perpisahan sekolahmu sebentar lagi.  foto meja kelasmu, bermain bersama disore hari, les sore, mengaji, berpetualang mencari buah kresen atau memanjat pohon jambu dan foto-foto teman sekelasmu dimasamu yang kini mereka semua realnya sudah menikah dan punya anak. Alangkah bahagianya mereka andai kau bisa mengabadikannya dalam foto barang sedikit.  Sayang, saat itu usiamu masih kecil, perekonomian keluarga pas pasan, pengabadian foto dengan kamera manual dikategorikan mahal, kamera tersebut disewa hanya untuk kegiatan dan event-event tertentu.

Oh ya, maaf mungkin kau akan tak suka mendengar ini, tapi aku bukan seorang wartawan seperti cita-citamu, kerjaku bukan merangkai kata atau sekedar berteman dengannya, kerjamu di perusahaan yang dulu tak pernah kau bayangkan bahkan sekedar tertera di list perusahaan incaranmu.  Kerjaanmu  bergulat dan bertarung dengan angka, ya angka! Sesuatu yang kau benci sedari dulu, tapi karenannya kau bisa melakukan segalanya, membeli barang-barang impianmu memakan makanan yang belum pernah kau coba. Tapi itukah impianmu? Kuberitahu ya bahwa semua itu membosankan! Melakukan hal yang tidak kau sukai setiap hari itu membosankan? Jangan bertanya lalu kenapa aku bisa bertahan disana selama 3 tahunan? Itu karena setiap pulang kerja aku menonton acara catatan pinggiran disalah satu stasiun TV, aku melihat begitu banyak orang di negeri ini yang hidup dalam kekurangan namun mereka bertahan dan tetap ingin hidup. Tantanganku lebih mudah dibanding mereka, aku hanya perlu bertahan dan mengesampingkan perasaan di zona aman ini, cukup itu saja! Tp apa kau kira angka-angka itu membunuh cintaku akan kata? Tidak akan pernah! Aku merasa seperti seorang pecinta yang dipisahkan jauh dari apa yang aku cintai, dan itu membuat perasaan ini membuncah, membabi buta tak karuan. Tinggal menunggu waktu dan semua akan, Duaaaarrrrrrr!!!!! Meledak! Saat itu aku tak akan lagi mengindahkan keadaan maupun dunia, aku hanya akan hidup dengan kata.

Ada beberapa hal yang akan kuberitahu, 6 tahun lagi saat kau mendaftar di Unnes tengoklah bangku tesmu sehari sebelumnya dan bangun pagi ketika tes tiba maka kau tak akan terlambat mengikuti ujian.
8  tahun kemudian simpanlah baik-baik atau kalau bisa back up bakar di CD data dikomputermu disana ada data-data penting dan foto-foto kenangan selama 3 tahun saat kau kuliah.  Oh ya, aku lupa memberitahumu, seperti keinginanmu, kamu akan kuliah tapi tidak dijurusan dan universitas yang kamu impikan, itupun hanya D3, tapi kau harus bersyukur karna disana sedikit banyak kau akan mengenal dunia jurnalistik.

Mulailah mencintai dan belajar Bhs Inggris, memang 3 tahun di SMP Bhs Ingg akan menjadi momok menakutkan bagimu, bahkan kau akan membencinya sangat. Tapi ketika kamu di SMA hampir setiap hari kau akan menemuinya, terlebih lagi aku sekarang sangat menggilainya. Yang aku sesalkan, mengapa tidak dari dulu aku mencintainya, mungkin sekarang aku sudah diluar negeri mengambil beasiswa.

Apa kau sudah mendengar desas desus prediksi bahwa pulau Jawa akan tenggelam? Mungkin kau pikir mustahil tapi sepertinya itu benar, Jawa Timur perlahan mulai ditenggelamkan oleh Lumpur Lapindo  sebuah kecelakaan galian oleh perush Lapindo, seharunya mereka menggali minyak dan bukan Lumpur gas. Kampung disekitar lapindo sudah tenggelam, dan akan makin meluas tentunya secara hingga kini lubang tersebut belum bisa ditutup. 
Dan lagi, yang sekarang masih hangat muncul diberitakan stasiun TV, Jakarta darurat banjir. Kali ini  parah! Banjir hampir menyeluruh kesetiap sudut Jakarta. Bukan hanya TV nasional, info yang kubaca semalam bebrapa TV internasionalpun memberitakan dahsyatnya banjir di Ibu Kota kita

Kerugiannya ditaksir mencapai 500 Miliar, taksiran korban meninggal sementara sebanyak 20 orang. Kita harus turut prihatin, apalagi banjir adalah bencana alam akibat ulah manusia juga.
Pulau Jawa diserang dari sisi kanan dan kiri, aku sungguh berharap semoga gempa bumi Jogja tidak terulang kembali. Bila memang benar terulang lengkaplah derita Pulau kita, terbelah menjadi 2 sisi dan tenggelam di masing-masing sisinya. ya Tuhan! Banjir Jakarta membuatku paranoid!
Oh ya kau tahu Rhoma Irama? Iya yang lagu lagunya sering diputar Bapak. Dia dicalonkan menjadi presiden RI? Bukan raja dangdut kawan tapi Presiden, dan kau tak salah dengar.  Memang banyak perubahan dinegeri ini yang belum kau ketahui. ah ada ada saja!

Memang banyak yang kusesalkan darimu, mengapa tidak begini, mengapa tidak bisa begitu! Tapi, terkadang aku iri denganmu, yang hanya tau bermain disore hari dan menanak nasi dipagi hari. Kau merasa cukup dengan hidupmu tak tak perlu tahu apa yang terjadi didunia. Dalam kedamaian itu ada harapan. Itulah inti kehidupan yaitu harapan, itulah mengapa banyak orang miskin yang kuat dan bertahan hidup tapi tetap bahagia,karena mereka punya harapan dan impian untuk keluar dari kemiskinan.  Jadi apapun kekuranganmu disana syukurilah dan nikmatilah. Karna ternyata aku sekarang merindukan perjuangan itu, merindukan harapan itu. Aku sadar hidup tak selamanya harus aman, tak selamanya harus terpenuhi karena didalam kekuranganpun manusia bisa bahagia. Jadi bahagialah dan nikmatilah.
Hmmm...kita sambung lagi ya lain waktu, karna hari ini aku sudah terlalu banyak bicara. Oh ya, jangan terlalu memuja-muja Sailormoon. Cartoon itu sudah lama tak tayang (aku rasa kau sadar itu! )Bahkan bila kau tanya anak zaman sekarang mana ada yang tau Sailormoon. Key good luck ;)

Salam,
Masa dewasamu

NB: istilah tahun Milenium hanya bertahan dipergantian tahun 2000, sekarang tak seorangpun membicarakan atau mengingatnya.

20 Januari 2013

Surat dari Masa Kecilku



 Dear masa depanku,
 
Apa kabarmu? Ini aku masa lalumu. Sekarang tahun 1999 dan sebentar lagi pergantian tahun yang orang-orang ribut menyebutnya tahun milenium.  Saking banyaknya yang menyebut-sebut tahun milenium akupun heboh karenannya, padahal aku tak tahu Milenium itu sendiri.  Setahuku setiap mendengar kata milenium aku selalu teringat alumunium,hahahah. Mungkin karena persamaan kata “ium” itu.

Dipasar tengah gencar menjual baju-baju milenium, warnanya mengkilat seperti baju dari masa depan yang aku lihat di TV, mungkin itu salah satu bentuk dan simbol dari milenium.  Kebanyakan temanku sudah membelinya dan memakainya ketika pergi les sore di sekolah. Baju itu terlihat gagah dan modern ditubuh teman-temanku. Karena saking ingin memilikinya, aku beranikan diri meminta kepada Bapak, “Harganya Cuma 20ribu Pak” kataku kepada Bapak kita, aku tahu harga segitu tergolong mahal, kaupun harusnya ingat betapa untuk mengganti seragam sekolahpun aku tak pernah, apalagi meminta baju baru diluar hari Raya. Tapi kata Bapak, beliau akan membelikannya asal aku dapat rangking 3 besar. Karena usaha kerasku, kenaikan kelas lalu aku meraih peringkat 2 dan dipenuhilah janji Bapak membelikanku baju milenium. Mungkin kau lupa bagaimana senangnya aku dan untuk itulah aku mengingatkanmu.

Kau tahu surat ini akan menjadi surat dengan pengiriman terlama di dunia. Kau akan membacanya mungkin sekitar 10 -12 tahun lagi dan saat kau membaca surat ini tentu aku sudah tak seperti sekarang.

Kau sudah besar tentunya, menjelma menjadi wanita dewasa, namun entah bagaimana wajahmu? Apakah cantik seperti yang kuharapkan sekarang? Aku ingin mengingatkanmu, betapa setiap hari aku memujamu disini, aku menunggu dan penasaran ingin melihat keadaanmu, aku penasaran bagaimana rupaku saat dewasa, hmm...bisakah kau mengirimkan fotomu untuk melebur rasa penasaranku? Apa pekerjaanmu sekarang? Apakah wanita kantor? Ataukah journalis/wartawan seperti yang kuharapkan?  Sungguh kuingatkan kau betapa kau dulu menyukai tulisan? Dan kuingatkan pula betapa kau dahulu menyukai buku, seperti yang sedang kulakukan sekarang ini, aku membaca buku dongeng yang kudapat dari sekolah. Dulu waktu aku masih kelas 4, saat ujian Bahasa Indonesia aku melahap habis Bab III yaitu bab khusus untuk mengarang.  Kala itu aku bisa membuat sebuah karangan dengan menghidupkan tokoh dan memainkan plot cerita, membuat klimaks dan antiklimaks.   

Bahkan aku meminta kertas tambahan karena kertas yang disediakan guru hanya 1 lembar dan aku merasa itu sangat kurang untuk menyelesaikan karanganku.  Saat itu umurku 10 tahun!

Oh ya aku baru saja pulang dari sekolah hari ini cukup melelahkan dan sore nanti aku harus kembali ke sekolah untuk les. Biasa, kelas 6 memang harus banyak-banyak persiapan untuk ujian.
So, bagaimana hasil ujianku? Apakah aku akan lulus? Aku tau kamu tau! hanya kamu yang tau hasil testku nantinya dan aku tau kau terlalu pelit untuk memberitahuku.  Oh ya, aku dengar dimasamu jaman sudah canggih, orang lebih gampang berkomunikasi bahkan lintas negara dan benua? Itu yang diprediksikan para pakar dan ilmuan, itu pula yang aku dapat dari menonton film, sinetron dan berita. Di film yang aku tonton orang bisa berbicara dengan orang lain ditempat lain hanya dengan menatap layar kaca, kemudian menekan tombol-tombol.  Dikatakan pula ada alat untuk menyimpan dan mengakses data secara lebih lama dan abadi? Jadi bisakah aku titip tulisan ini agar abadi? Karena ditempatku kini hanya bisa ditulis melalui diary. 

Oh ya, berapa umurmu ketika kau membaca ini? kalau boleh ku prediksikan mungkin sekitar 24-25 tahun. Di umur itu aku berharap kamu sudah menikah, dan aku selalu membayangkan seorang pangeran tampan (lebih tepatnya cool) meminangmu? Jadi sudahkah kau menikah? Cepat beritahu aku siapa suamiku kelak? Apa dia teman sekelasku sekarang? Atau seseorang dari daerah lain? Sudahkah aku bertemu dengannya?? Sungguh perasaan itu menghantui para wanita! Tidak cuma aku tapi juga teman-temanku.

Oh ya, kau ingat seseorang telah mengirim surat padaku?  Dia teman sekelasku, sebenarnya bukan satu orang lebih tepatnya, beberapa orang. Mereka semua suka padaku? Kau tak ingat? Baiklah aku akan mengingatkanmu, aku disukai beberapa pria di kelas, aku sendiri bingung mengapa mereka menyukaiku.  Memang aku masih 12 tahun belum pantas untuk pacaran, tapi inilah masa lalumu yang ternyata dipenuhi dengan cinta monyet. Tapi di hatiku hanya ada satu orang, kau ingat? Itu yang sekolah di sebuah sekolah islam, sedikit jauh dari tempat tinggalku. Coba katakan apa dia akan menjadi masa depanku ataukah berlalu sebagai cinta monyet belaka? Apa kau masih bertemu dengannya?

Lalu apalagi yang harus aku ceritakan? Kau sudah tahu semua lebih dari yang aku tahu, bahkan kau tau lebih jauh lagi. Hmm...bagaimana bila aku menyebut saja beberapa poin yang mungkin kelak kau lupakan seperti, setiap pagi aku bangun kemudian menanak nasi dengan 2 panci (2 kali masak), lalu memasak air, mencuci piring dan menggoreng telur, setelah semua hal itu aku kerjakan baru aku boleh mandi dan sarapan dan kemudian pergi sekolah.  Aku biasanya sarapan nasi telur separoh dengan segelas susu sapi yang Ibu beli dari langganannya.  Susu itu belum matang jadi perlu dimasak terlebih dahulu.  Uang sakuku 500 rupiah, itu cukup untuk membeli es lilin dan 1 gorengan atau sepotong semangka kesukaanku dan Mi2 temanku. Dahulu ketika masih kelas 4 sepulang sekolah tepatnya pukul 2 siang, aku biasanya mengaji di mushola, disana ada beberapa guru seperti Pak Zainal&Pak Adroi. Hal yang paling menyenangkan saat mengaji adalah ketika kedua guruku tersebut tidak datang untuk mengajar, he he biasanya aku dan teman-teman malah bermain. Tapi sekarang aku tidak mengaji karna mau ujian dan karna sudah besar, kebanyakan yang masih mengaji adalah anak kelas 5 ke bawah.
Sepulang mengaji aku bermain. Permainannya tergantung musim, kalau musim sepedaan maka aku bermain sepeda, kalau musim “umbul” / kartu maka aku memainkannya bersama teman-teman pria, kalau musim layangan pun aku membeli layangan, atau lompat tali, bentik & kasti. Hampir semua permainan pria aku kuasai, Cuma kelereng saja yang kurang mahir, entahlah! tapi mengentel kelereng bagiku sangat susah. Itu lah kegiatanku di sore hari, bermain bersama teman-teman.

Saat ini aku hanya berfokus untuk belajar, impianku adalah masuk SMP N 1 Ungaran, satu satunya SMP favorit di Kabupaten Semarang, dan oleh karena itulah aku harus belajar giat (dengar dengar butuh NEM sangat tinggi untuk masuk kesana) apa cita-citaku masuk kesana terpenuhi? Hmf penasaran lagi.
Untuk memenuhi ujian sekolah mengadakan les tambahan gratis setiap sore hari.  Les sore menjadi saat yang paling aku tunggu-tunggu. Mengapa? Karena kita tidak harus memakai seragam, kita bebas memakai baju apa saja, apalagi suasana sore saat berjalan dengan teman-teman itu adalah hal yang paling indah, biasanya aku dan teman-teman mampir warung untuk membeli es dan gorengan.  Aku memang hidup dalam lingkup kekurangan namun aku merasa cukup, entah apa karena aku punya harapan besar untuk melihatmu ataukah aku memang tak tahu apa-apa. Aku hanya tahu mencuci piring, membuat sarapan, sekolah, les, mengaji dan bermain. Aku sadar dan tahu diluar sana dunia sangat luas, itu yang aku pelajari dari pelajaran IPS bahwa di dunia ini terbagi menjadi 5 benua dan ratusan negara. Aku hanya mengintipnya sedikit dari TV dan buku. Sebenarnya aku ingin melihatnya, melihat luasnya dunia. Tapi aku tahu mungkin tidak sekarang, mungkin saat aku menjadi kamu. Jadi aku sangat berharap padamu untuk mengingat impian kecilmu ini.
Untuk itulah aku menulis ini, untuk memintamu mengabadikanku dengan alatmu yang katanya canggih, dan aku ingin kau membalas suratku dan menjawab semua pertanyaan agar aku tak penasaran lagi.  Walau aku tahu surat untuk masa depan itu butuh waktu pengiriman yang lama, tapi aku akan menunggu karna hanya itu yang bisa aku lakukan.

Kau tahu cara terbaik mengabadikan kehidupan bagi seorang penulis adalah dengan cara menuliskannya.

Salam
Masakecilmu -1999

NB : Ingat, aku punya 5 teman yang kami sebut gank, dan selaku menyebut diri kami sebagai prajurit sailor. Sailormoon, sailor jupiter, sailor mars, sailor sailor merkurius dan sailor venus. Aku adalah sailor venus begitu kata teman-teman, karena aku terlalu banyak berurusan dengan cinta dan cowok, hadewh..



13 Januari 2013

ICCR -> Kalah sebelum Perang


Beberapa hari lalu saya terima email dari salah satu teman, pemberitahuan dan lampiran pendaftaran beasiswa ICCR India.  Beasiswa yang sudah lama saya incar. Saya sudah bikin passpor, test toefl (walaupun scorenya belum genap sesuai harapan), belajar inggris setiap hari, listening, grammar, writing, speaking, dan juga chating, tiap hari pula saya update info ke situs kedutaan India www.indianembassyjakarta.com, pokoknya segala cara dan upaya saya lakukan kurun waktu 1.5 tahun ini. sebenarnya secara kualifikasi harusnya saya tidak seharusnya mengincar beasiswa tersebut, secara saya cuma lulusan D3 tapi karena keras kepala, saya nekat mengemail kedutaan untuk bisa mempertimbangkan saya join. Mereka menyuruh saya mencoba! Karena keputusan tergantung pula kepada university terkait. Tapi time table proses seleksinya mengecewakan saya.

Tanggal 28 kan saya harus tutup buku, impossible kalau ijin atau cuti. Amat sangat impossible!  Pilihannya tinggal damai sama kenyataan atau berjuang dan tau akan mati konyol? Rasanya adrenalin saya mulai melemah, semangat mulai melepuh, saya kalah sebelum berperang. Tapi baiklah, tidak apa-apa! saya akan tetap berjuang, mungkin dengan cara yang lain. Terimakasih buat Mas Tonee Empti dan Mitha Pramitha yang selama ini sudah banyak membantu saya dan akhirnya saya tidak bisa mengikuti beasiswa tersebut.

Ok jadi buat teman-teman yang mungkin minat untuk mendaftar beasiswa tersebut sesegera mungkin menyiapkan apa-apa yang diperlukan karena closing pendaftaran tanggal 15 Febuari 2013. Syarat umumnya antara lain, Toefl min 500, passpor, nilai&ijazah, dll. berikut link  www.indianembassyjakarta.com,

atau bisa menghubungi:
Education Wing Indian Embassy Jakarta di alamat:
Jl. HR Rasuna Said, Kav. S-1, Kuningan, Jakarta
Tel: (62-21) 520 4150/52/57/526 4931/Ext. 28 & 521 3775 Fax: (62-21) 520 4160 & 5265622
Website: http://indianembassyjakarta.com/edu_scholarship.html

 

Review Novel To Kill A Mocking Bird

Doc. irerosana Perlu waktu yang tidak sebentar bagi Amerika untuk mendewasakan diri, menerima bahwa warna kulit bukanlah sesuatu ya...