March 8, 2013

My “Pre” -Journey to Singapore




Lagi sibuk prepare journey to Singapore, neh.  Ini akan menjadi pengalaman pertama saya terbang ke Singapore.  Pertama kalinya naik pesawat, pertama kalinya menginjakkan kaki diuar negeri, dan pertama kalinya liburan terjauh dan ternekat yang pernah saya lakukan (berangkat berdua aja sama Mitha).  Karena baru pertama kali, persiapannya sangat blibet, dari ribet buat passpor , nyari biro murah, mantau promo tiket pesawat, mantau nilai kurs dollar, dan tentunya googling nyari tahu model-model tempat wisatanya, tips-tips, dan semua hal dari para blogger yang sudah pernah berkunjung kesana.  Beruntung sekarang ada google, jadi apaapun kendala dan kesulitan saya langsung saya alamatkan ke google.  (Thank you so much google :) )

Mungkin buat para traveler, liburan Cuma 3hari 2 malam di Singapore bukan sesuatu hal yang besar, pasalnya lokasinya masih dekat dengan Indonesia dan administrasinya tidak mblibet seperti halnya ke negara-negara lain, tapi bagi pemula seperti saya yang notabene belum pernah sama sekali, terasaaaaa….. banget nervous-nya (kaya’ mau ketemu pacar aja! Ketemu pacar aja ga’ senervous ini kali!).  Bukan tegang mau ketemu Singaporenya, tapi takut alur perjalanannya.  Secara saya awam dengan Bandara apalagi Soekarno Hatta yang terkenal sebegitu luasnya.  Beruntung Mitha yang awalnya memutuskan berangkat dari Jogja bertolak jadi berangkat dari Semarang, setidaknya saya bisa berangkat dari Ahmad Yani bareng dia, jadi di Jakarta “aman”. 

4hari menjelang keberangkatan, berulang-ulang saya memutar otak mencoba menerka-nerka apa yang kurang. Barang apa yang masih belum di bawa? Beruntung saya buat notes sedari lama sekali, ternyata note tersebut bermanfaat disaat saat sekarang dimana pikiran saya campur aduk dan tidak bisa berfikir jernih. 

Oleh-oleh.  Itu salah satu yang mengganjal pikiran saya, beberapa hari saya tengah sibuk mencari tahu harga oleh-oleh dan sibuk mencatat pesanan orang-orang.  Takutnya ternyata haarganya melebihi budget perkiraan.  Kata “Oleh” yang diulang 2 kali tersebut memang sedikit memberatkan pikiran saya, gantungan kunci 1,2,3,….. kaos 1,2,3…bla bla bla saya tengah sibuk mencatat apa saja pesanan orang-orang.  Duh duitnya sampe’ ga’ ya? Hitung keperluan, hitung uang, hitung keperluan, hitung uang.  Begitulah kegiatan saya samban hari pra keberangkatan.  Hingga kepala saya pusing!

Ditengah-tengah kepeningan saya, saya jadi ingat, oh iya kenapa saya malah sibuk mikirin duit dan oleh-oleh.  Hmmm … saya tersenyum tawar.   Waa ini sudah mulai menyimpang dari alur utama neh.  Tujuan saya kesana kan untuk melepas penat, refresing, meletakan beban pekerjaan sejenak, merasakan aroma udara di Luar Indonesia. Menyantap pemandangan lain yang belum pernah saya lihat sebelumnya, berpetualang dan menginterpretasikannya dalam bentuk tulisan. Kenapa saya disibukkan oleh hal-hal diluar itu ? ahh…..dasar dunia! Dasar saya! Akhirnya saya memutuskan untuk focus, istilahnya Leo Babauta focus free (saya coba baca kembali articlenya Leo yg bisa di download free di webnya zenhabitshttp://zenhabits.net/) dan istilahnya Tukul kembali ke laptop, CATAT! Focus ke tujuan awal and don’t let any distraction disturbing you! Noted!

Sampai detik ini persiapan sudah 80%.  Hari ini Mitha bilang dia bawa banyak tas, koper, tripod, tas kamera SLR, tas buat pergi-pergi, busyet banyak amat ya!.  Saya saja yang awalnya minjem tas jinjing temen akhirnya saya batalkan karena besar dan berat (tasnya aja sudah berat apalagi ada isinya, belom tentu muat masuk cabin juga) akhirnya dengan segala ketelitian saya, beberapa barang bisa saya putuskan masuk almari kembali dan batal ikut (duh sedih kali ya baju-baju yang saya tolak, mereka pasti ngiri karena ga’ bisa ikut ke Singapore :P). 

Ya, sebenarnya saya masih maju mundur soal 2 baju saya yang saya nilai lucu-lucu jadi bingung milihnya. Buat memantapkan diri soal barang bawaan, saya tilik kembali artikel istrinya Pak Leo, Mrs Eva yang tahun lalu sempat menulis Eva’s list: Traveling Light for Women.  Garis besarnya memang banyak list yang kurang cocok dengan saya, secara adat dan budaya kita beda, apalagi saya pakai jilbab, tapi hmmm kata-kata ini sedikit memecut saya “I realized that it’s OK to wear the same things over and over again. No one cares what you are wearing. They’re too busy having a good time to even notice” yah kenapa saya jadi sibuk milih baju lucu-lucu dan ingin membawa semuanya, orang-orang ga’ akan care sama pakaian saya, mana peduli mungkin melirik saja tidak, so buat diri senyaman mungkin aja. 

Mitha bilang sih dia ngepack sesimple mungkin (kecuali peralatan kamerannya dia yg emang komplit).  Celana satu bisa dipakai berkali-kali, beli cancut kertas aja jadi bisa langsung buang, ga’ usah bawa makanan ntar beli disana. Tapi kalau saya lihat kantong saya, ternyata sangat tipis jadi saya putuskan membawa barang yang mungkin bisa mengurangi budget pengeluaran saya disana.  List prepack saya sbb :
1.      1 Jeans, 3 baju, 3 jilbab, sepasang baju tidur, celana kain cadangan (banyak juga ya?!)
2.    Netbook + Charger (memang memberatkan tapi satu2nya koneksi aman dan mudah yang bisa saya gunakan untuk komunikasi dengan keluarga di sini)
3.     Obat-obatan: obat magh( takut telat makan), antimo (takut mabuk), tolak angin (kenapa juga saya baya ya?!), salonpas (hehehe ini selalu menemani perjalanan saya) ma Hansaplast( siapa tahu terluka mendadak dijalan)
4.    Alat mandi :Handuk (saya serching google ada yg bilang di hotel yg mau saya tempati tidak menyediakan), shampoo, sabun , pasta gigi (ngirit biar tidak beli)
5.      Kosmetik  : Bedak, lipstic, parfum, eyeshadow, eyeliner.
6.      Accecories : Bross+peniti secukupnya untuk jilbab
7.      Tisu kering dan basah
8.      Kantong plastic (jaga-jaga bila diperlukan)
9.      Oh ya jangan lupa kelengkapan administrasi (passpor, tiket boardingpass, KTP)
10.     Flashdish kabel data (untuk backupdata malamnya)
11.     Snack + pop mie (saran dari teman )
12.     Buku + kaca mata 
Ko’ bukan backpacker banged ya? Hmmm….emg sedikit mblibet sih, tapi bila barang-barng itu tidak dibawa, sepertinya ada yang kurang gitu.!

So my itinerary besok antara lain
Day1    : City tour (Merlion Park, China Town, Bugis street, orchid,dkk)
Day2    : USS + Sentosa island
Day3 : Mustafa center sembari nunggu jemputan ke Airport

Saya cari-cari di google blog para traveler, kebanyakan dan prosentase terbesarnya memang mengunjungi tempat-tempat yang tadi disebutkan. Saking banyak dan seringnya nama tempat-tempat tersebut muncul dan diulas di setiap artikel blogger, saya jadi hafal & paham betul mengenai tempat-tempat dalam itinerary saya.  Bahkan, saking banyaknya foto-foto mengenai China Town, Bugis street, Merlion Park yang beredar, saya bisa berimajinasi dan serasa sudah mengelilinginya.  Walhasil saya jadi malas mengunjungi tempat-tempat familiar tersebut.  Saya malah ingin mengunjungi sisi lain Singapura yang tidak banyak diketahui orang.  Jadi bila dijadikan article bisa jadi menarik, kalau soal China Town yang terkenal seantero negeri, sebagus-bagusya saya merangkai kata tetap saja jauh dari kata up to date dan new, dan kalah dengan orang-orang yang lebih dulu membahasnya.

Mungkin untuk kategori negara sudah tidak masuk dalam agenda saya.  Negaranya kurang iconic, unique, dan kurang mempunyai cultur yang kuat. Yah...! begitulah kekuatan keuangan saya yang notabene cuma bisa mengunjungi negeri seberang yang paling dekat dan murah.  Itupun harus menunggu selama 25 tahun baru bisa.  Saya berharap ini tidak menjadi journey terakhir saya, tapi justru pijakan awal untuk lompatan yang lebih jauh lagi.  Tak ada kehidupan yang lebih indah daripada menjadi seorang travel writer (masih ngimpi!) bekerja dan berpenghasilan dari apa yang kita sukai.  Betapa indah & beruntungnya Trinity yang bisa mengelilingi dunia, menjadi traveler dan meninggalkan pekerjaan nyamannya (iri tingkat kronis/stadium 3,,,iriiiiiii banged!!!!).  
Memang saya akui Singapore bukan pilihan (impian) satu-satunya, keputusan tersebut tentunya dari pertimbangan dari beberapa segi, duit, timing, keamanan dll.  Tapi bila boleh dan bebas milih, saya sebenarnya punya destinasi impian sendiri seperti;
1.      Ke Europe pastinya (mana aja, Eropa indah semua kelihatannya)


2.        Dubai
3.        India, he
4.        Jepang
5.        Asia Tenggara mending keliling Indo deh
6.        Argentina (pengen ketemu Lionel Messi)

Kalau dipikir-pikir di Indonesia sendiri lebih eksotis, banyak tempat-tempat wisata yang ber-level internasional.  Sayang, saya hitung-hitung ko’ mahal juga ya budgetnya?  Selesai perjalanan saya kali ini mungkin sementara waktu saya mengincar beberapa tempat di Indo seperti:

1.    Aceh (sumpah dari dulu pengen banget, apalagi lihat kuburan masal dan sekalian ke pulau We.
2.    Toraja, pengen lihat langsung kuburan batu.
3.     Maumere , mengunjungi teman
4.   Raja Ampat pastinya (sayang mahal sekaleee…!!!) bagaimana ya carana bisa liburan ke Raja Ampat dengan budget murah dan akses mudah. Jadi kita-kita ini sebagai WNI (budget paspasan seperti saya ini) bisa melihat juga, tidak melulu orang asing yang kesana.
5.   Karimunjawa, alasannya simple diantara semua tempat yang saya sebutkan diatas tadi ini yang paling dekat dengan tempat tinggal saya, parahnya adalah saya belum pernah kesana L

Wew, malah jadi keliling Indo dan dunia, kembali ke laptop Singapore.  Persiapan saya hampir maksimal, duit sudah ditukar (saya Cuma tukar 1juta kebetulan dollar lagi mahal-mahalnya saya dapat 128$ Singapore), lainnya saya bawa rupiah (trik menghemat supaya bila ingin belanja pikir-pikir lagi).   

Tinggal menghitung hari, berdoa semoga semua lancar, istirahat ckup dan makan yang banyak biar fit (yang ini penting banged!). Doakan saya ya, isnyaAllah saya bawa oleh-oleh cerita unik dan lucu :)

1 comment:

  1. KISAH NYATA.
    Ass.Saya IBU SERI WAHYUNI.Dari Kota Surabaya Ingin Berbagi Cerita
    dulunya saya pengusaha sukses harta banyak dan kedudukan tinggi tapi semenjak
    saya ditipu oleh teman hampir semua aset saya habis,
    saya sempat putus asa hampir bunuh diri,tapi saya buka
    internet dan menemukan nomor H.Erlangga,saya beranikan diri untuk menghubungi beliau,saya dikasi solusi,
    awalnya saya ragu dan tidak percaya,tapi saya coba ikut ritual dari H.Erlangga.alhamdulillah sekarang saya dapat modal dan mulai merintis kembali usaha saya,
    sekarang saya bisa bayar hutang2 saya di bank Mandiri dan BNI,terimah kasih Pak erlangga,mau seperti saya silahkan hub H.Erlangga di nmr 085-298-609-998 H.Erlangga,ini nyata demi Allah kalau saya bohong,indahnya berbagi,assalamu alaikum.KISAH NYATA.
    Ass.Saya IBU Yuni Sara.Dari Kota Surabaya Ingin Berbagi Cerita
    dulunya saya pengusaha sukses harta banyak dan kedudukan tinggi tapi semenjak
    saya ditipu oleh teman hampir semua aset saya habis,
    saya sempat putus asa hampir bunuh diri,tapi saya buka
    internet dan menemukan nomor H.Erlangga,saya beranikan diri untuk menghubungi beliau,saya dikasi solusi,
    awalnya saya ragu dan tidak percaya,tapi saya coba ikut ritual dari H.Erlangga.alhamdulillah sekarang saya dapat modal dan mulai merintis kembali usaha saya,
    sekarang saya bisa bayar hutang2 saya di bank Mandiri dan BNI,terimah kasih Pak erlangga,mau seperti saya silahkan hub H.Erlangga di nmr 085-298-609-998 H.Erlangga,ini nyata demi Allah kalau saya bohong,indahnya berbagi,assalamu alaikum.KISAH NYATA.
    Ass.Saya IBU SERI WAHYUNI.Dari Kota Surabaya Ingin Berbagi Cerita
    dulunya saya pengusaha sukses harta banyak dan kedudukan tinggi tapi semenjak
    saya ditipu oleh teman hampir semua aset saya habis,
    saya sempat putus asa hampir bunuh diri,tapi saya buka
    internet dan menemukan nomor H.Erlangga,saya beranikan diri untuk menghubungi beliau,saya dikasi solusi,
    awalnya saya ragu dan tidak percaya,tapi saya coba ikut ritual dari H.Erlangga.alhamdulillah sekarang saya dapat modal dan mulai merintis kembali usaha saya,
    sekarang saya bisa bayar hutang2 saya di bank Mandiri dan BNI,terimah kasih Pak erlangga,mau seperti saya silahkan hub H.Erlangga di nmr 085-298-609-998 H.Erlangga,ini nyata demi Allah kalau saya bohong,indahnya berbagi,assalamu alaikum,INGIN KAYA DENGAN UANG GAIB KLIK DISINI

    ReplyDelete

Review Novel To Kill A Mocking Bird

Doc. irerosana Perlu waktu yang tidak sebentar bagi Amerika untuk mendewasakan diri, menerima bahwa warna kulit bukanlah sesuatu ya...