July 8, 2013

Galau is Love



In 30days Remining....seluruh bagian artikel ini sedikit galau
(peringatan! para pembenci love story dilarang membaca!!!) 
Semua masih sesuai dengan rule dan plan.  Sama dengan apa yang saya prediksikan. 3 bulan dari 20 May’13 dan akan berakhir 20 Agustus 2013.  Freedom, dream, new plan, new project, back to my old idealism. I will get all of those things.  Menghabiskan sisa waktu dengan semena-mena, dengan rasa damai tanpa tanggung jawab penuh, menikmati tiap detik hari-hari terakhir dengan penuh kemenangan,  dan bisa dikatakan (tanpa saya sadari) sedikit kesombongan. 
And 30days reminings.....What kind of this feeling? Tiba-tiba saya merasa kalah.  Sebuah perasaan yang tidak ada dalam prediksi. Kehilangan yang meraung-raung. Rasa sendiri... paranoid....meski berat tapi bisa dibilang....galau....
Kau tau, mengetahui kapan harus berakhir itu lebih menyakitkan ketimbang kau harus kehilangan secara mendadak.  Begitulah, saya harus melalui setiap detiknya dengan penuh kekhawatiran. Ternyata kecemasan itu lebih cerdik dari kesombongan yang selama ini saya angkuh-angkuhkan.  Dan yang paling menyakitkan adalah, 
(Inhale...) Saya......mengakui....saya berusaha menyadari selama beberapa hari dan saya berhasil menerima tanpa melawan lagi,bahwa saya.......(exhale...)....(again inhale....).....Jatuh....Cinta....fiuh!!!
Hmmmm..arrrrgh...sssshh....Finally I knew what is this, this feeling. Smiling everyday, fast beating, unfocus,happy...and happy... people called it “Love” , It is “Love” to someone there. Someone who I don’t know better, maybe so does he. U know I never feel this again in last 10 years...OMG I said 10 years. Padalah selama ini juga deket dengan beberapa nama. Tapi tidak segila ini! 
Apa Allah sedang menguji kesombongan saya? Menghadirkan rasa yang belum bisa saya kontrol kepada seseorang di sana , yang setelah 30-40 hari kedepan akan saya tinggal? Itu yang dinamakan sakit!  Kekalahan yang tak pernah saya prediksi dan tak bisa saya ambil kendali.  
Tapi rasa cinta bukan alasan untuk penundaan. Saya harus tetap pergi, tapi tidak dengan kemenangan, tapi pergi dengan hati yang patah. Oleh karenanya setiap detik menjadi berarti, bahkan berlipat-lipat. Yang terbayang adalah, mungkin saya tidak akan lagi melihat orang itu, melihat kilasan senyumnya, mendengarkan musik yang sama, dan menatap langit yang sama. 
Mau protes!? Sudah saya lakukan berulang-ulang.  Tapi....saya sadar menerima dengan ikhlas itu lebih baik.  Rasa ini ada atas kehendak-Nya, bukan hanya ulah saya ataupun dia.  Entah apa rencana Tuhan, saya tak berani berharap banyak, hanya, saya ingin semua baik-baik saja. 
Katanya menulis itu harus jujur dan ikhlas, saya merasa tak pernah sejujur ini.  Menyibak hati, berharap semua membaik setelahnya.  Setidaknya mungkin akan ada orang yang membacanya, dan saya tidak perlu merasa sendiri, bertarung dengan rasa ini sendiri.
OMG...! ternyata benar cinta membuatmu “lebay”, merubah berita menjadi puisi. Hm...gimana ya saya harus mengungkapkannya? Tapi untuk saat- saat ini saya hanya bisa bergairah dengan lagu-lagu cinta.  Menerima dengan lapang dada kehadiran “galau” dan “lebay”. Membunuh keangkuhan untuknya.
Whatever! Setidaknya saya harus menyelesaikan project saya kedepan dalam 30 hari.
Hi love, I ll fine with you in my heart. Don’t move! Everything will be ok..It’s okey...key....

No comments:

Post a Comment

Perkara Makan dan Saudaranya

Makan adalah perkara rumit dalam hidup saya. Ini tak semudah seperti yang digambarkan orang-orang yang berkata bahwa itu hanya soal ...