November 7, 2013

11 NOVEMBER



“Woooooohoooo.......!”

Nuri berteriak. Mobil Erlang melucur semakin garang. Dilihatnya Nuri berdiri, merentangkan ke dua tangan, merasakan kebahagiaan bersama terpaan angin yang tengah menubruknya.

“Esook saya menikaaaaah.......!

Nuri tak henti-hentinya berteriak.  Erlang menekan gas semakin dalam. Mobil mereka meliuk mengikuti jalan menuju puncak yang berkelok-kelok. 

“KAAAKAAAAAK....AWAAAAS......! Nuri berteriak.

Sebuah tikungan tajam menanti mereka. Erlang berusaha menguasai kemudi, tapi meleset.

“Aaaaaaaaaaa......!” Mobil Erlang menabrak pembatas jalan, terjun bebas.

“Nuriiiiiiiiii........! Erlang terbangun. 

Keringat dingin mengucur deras dari seluruh tubuh Erlang. Nafasnya memburu. Teriakan Nuri masih membekas dalam ingatan Erlang.  11 November, hari ini tahun lalu, seharusnya adiknya bersanding dipelaminan. 
Erlang meronta,menangis.

                                                                                                   


No comments:

Post a Comment

Review Novel To Kill A Mocking Bird

Doc. irerosana Perlu waktu yang tidak sebentar bagi Amerika untuk mendewasakan diri, menerima bahwa warna kulit bukanlah sesuatu ya...