November 10, 2014

Menyisir Kenangan Lewat Lagu 'Dongeng'



 
Di malam ini aku tak dapat memejamkan mata
Terasa berat bagai diri terikat mimpi, woouwoo...
Kuingin satu, satu cerita, mengantarku tidur, biar 'ku terlelap
Mimpikan hal yang indah, lelah hati tertutupi

Dongeng sebelum tidur, ceritakan yang indah biar 'ku terlelap
Dongeng sebelum tidur, mimpikan diriku, mimpikan yang indah

Gelisah 'ku tak menentu, pikiran melayang (pikiran melayang)
Di benakku hanyalah ada lelah yang terasa

Dongengmu sebelum tidur, ceritakan yang indah biar 'ku terlelap
Dongeng sebelum tidur, ceritakan yang indah biar 'ku terlelap
Dongeng sebelum tidur, mimpikan diriku, mimpikan yang indah

Lagu di atas pernah memanjakan telinga anak muda kisaran tahun 1999. Bila ada senyum mengembang di wajah anda ketika membaca butiran syairnya, mungkin anda termasuk orang yang saya maksud.

Lagu berjudul Dongeng tersebut memang memiliki kekuatan kenangan yang kuat dalam ingatan masing-masing orang. Berdurasi 3:58 detik, lagu yang dipopularkan oleh grup band lawas Wayang tersebut berkisah tentang seorang anak yang gelisah dan sulit tidur dan berharap ada sebuah dongeng yang bisa menghantarkannya ke alam mimpi.

 Wayang adalah sebuah grup band anak muda yang terbentuk tahun 1995.  Single pertama mereka yang berjudul damai sempat booming dan menghiasi radio-radio pada masa itu.  Penampilannya tidak neko-neko apalagi norak tapi sederhana. Yang membawa decak kagum kala itu adalah kehadiran seorang Gilang Ariestya sebagai drummer dengan usia yang tergolong masih muda. Sontak Gilang menjadi idola, idaman sekaligus standar keberhasilan seorang anak khususnya dalam hal bermusik.

3 tahun kemudian wayang kembali meluncurkan album berjudul Dongeng dengan cover kartun dan kemasan layaknya dunia khayal Harry Potter. Lagu tersebut bukan hanya mampu menyusup di setiap aktivitas anak muda tapi juga menjadi lagu wajib putar sebelum  memejamkan mata (baca: tidur).

Sumber : Wikipedia

Tentu masing-masing kita punya kenangan sendiri bersama lagu Dongeng. Dengan memutarnya mungkin bisa membantu kita mengurai kembali ada apa saja yang terjadi di masa itu. Bila dilihat dari syairnya memang seperti lagu galau tapi ceria, tapi saya yakin secara general lagu tersebut mengingatkan kita akan keceriaan pada masa lalu. 

Saya termasuk salah satu orang yang percaya bahwa setiap lagu punya masanya sendiri-sendiri. Manusia berperan memadu-padankan suatu lagu dengan suatu masa tertentu. Lalu terciptalah kenangan dalam sebuah lagu. Cara praktis yang sering dilakukan orang untuk meminang lagu adalah dengan sengaja memutarnya pada aktivitas tertentu, seperti misalnya dalam sebuah perjalanan. 


Lagu ini melejit ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar.  Biarpun tidak ada momen tertentu atau orang tertentu yang saya ingat melalui lagu ini tapi, setiap mendengarnya selalu saja ada aura masa itu yang kembali menyusup dalam ingatan saya. Setidaknya aura itu bisa membuat saya tersenyum-senyum sendiri.  

Mengenang lagu bukan bukti bahwa kita gagal move on justru itu bisa menjadi sumber inspirasi atau mengembalikan semangat hidup. Jadi lagu apa yang menemani anda hari ini, lagu itulah yang akan menjadi lagu kenangan anda kelak. Bila misal lagu ‘sakitnya tuh di sini’ yang tengah diputar dalam mp3 anda, bisa diperkirakan sendiri bagaimana rupa lagu itu 10 atau 20 tahun lagi.

Noted : Spesial buat seseorang yang suka sama lagu ini.

No comments:

Post a Comment

Hidup Dengan Sedikit Benda

Baru-baru ini saya menyadari bahwa saya terlalu banyak mencemaskan benda-benda yang saya miliki. Terlebih benda yang benar-benar saya...